←๏ηîģнτζöνєгş๏→
Clic here
←๏•ηîģнτζöνєгş•๏→
Thanks brad/sist atas kunjungan nya,nikmati menu seadanya dlu yach,maklum lg belajar,hehe...
Home
Nimbuzz
Friend
Puisi
18+
Bombus
βζāčķ◦ρяō√ōĉāτōя
puisi cinta
Cinta adalah sebuah perasaan hati. Untuk saling mengerti, memahami, memberi dan menerima. Dengan tulus dan apa adanya. Cinta takkan butuh balas budi. Cinta takkan butuh rasa malu. Yang cinta butuhkan hanyalah saling terbuka. Tak perlu ada kebohongan. Tak perlu ada tipu daya. Karena cinta yang sebenarnya adalah saat hati mampu dan bersedia untuk menerima kekasih dengan apa adanya. Tak ada tuntutan
Cinta kan agungkanmu jika kaupun mampu menjaganya. Tapi ia juga kan merendahkanmu jika kau tak mampu menjaganya hingga ia lepas dan mengamuk di lubuk hatimu. Kau kan terus menjadi hamba bagi cintamu. Waktumu kan terus terkekang olehnya. Nafasmu berhembus hanya untuknya. Jantungmu berdetak hanya deminya. Tangan, kaki, hingga sadarmupun kan terus dimilikinya. Sadar, ataupun tanpa kau sadari, segala hatimu tlah dimilikinya. “Ketika kau dirasuki cinta, akal sehatmu kan terbelenggu. Terikat begitu erat. Hingga hatimupun takkan mampu melepasnya, Ketika cinta mengikatmu, takkan mampu kau melepaskannya. Karena yang hanya mampu melepasnya, hanyalah nyawamu yang terputus” Akankah kau mesti terus-terusan larut dalam jeratnya? Padahal itu hanya kan buatmu terluka? Saat ini, apakah kita memang menghamba pada cinta? Atau cintalah yang menjadi hamba kita? Tanyakan pada hatimu. Tanyakan lebih dalam. Karena jawaban yang kau temukan, adalah sebenar- benarnya jawaban. Jika kau temukan jawaban cintalah yang menghamba padamu Tersenyumlah, karena yang kan kau temukan adalah kebahagiaan dan kedamaian yang kau dapatkan dari cinta. Tapi jika kaulah penghambanya. Bersiaplah. Sadarkan lelapmu. Karena yang kan kau temukan hanyalah rasa tersiksa yang diberikan oleh cintamu. Karena cinta memiliki dua sisi yang berbeda. Ia kan mampu jadi penawar sepimu, tapi juga mampu menyepikanmu meski kau berada pada keramaian di sekelilingmu. Sepertipun ia yang kan menjadi penawar lukamu meski ia pun kan tawarkan kepedihan tuk relung jiwamu. Takkan selamanya cinta itu indah. Karena keindahan hanyalah milik hati yang mampu menjaga cinta dan kesuciannya. Dan takkan selamanya cinta itu pedih. Karena kepedihan hanyalah milik hati yang tak segan lukai cintanya. “ Hatimu mungkin indah. Tapi sungguh, ia kan menjadi lebih indah bersama cinta. Karena jika hatimu adalah taman, maka cintalah bunga-bunganya” Cinta… Sering ku mendengar kata itu. Tak hanya sekali, dua kali atau tiga kali. Bahkan mungkin sudah ribuan kali atau jutaan kalinya. Kata itu begitu indah terasa di telingaku. Begitu akrab, begitu ku kenal. Banyak hal yang mereka ceritakan tentang cinta
Mungkin hanya waktu Yang bisa memberi celah dalam risauku Memberi kedamaian Memberi kepastian tentang kenyataan Yang jauh di lubuk hatiku Satu saat… Satu waktu... Saatku mulai mengerti Maafkan aku yang terdiam Menatap langit melupa engkau Namun kini aku mengerti Indah cahaya yang tumbuh di hati Maafkan aku yang tlah hanyut Dalam peluk buai rembulan Hingga aku menepikanmu Penjarakan hati yang mencintaimu Namun kini ku mengerti Betapa aku butuhkanmu Dalam lelap… Dalam nyataku... Ku kan tetap disini Hapuslah sudah air matamu Karena kini ada ku disisimu Biarkan lara itu berada di relung hatimu Jika kau belum mampu menepikannya Tapi genggamlah jemariku Dan menangislah di pundakku Karena ku kan tetap disini Hingga tangis itu kan terhenti Saatku mulai mengerti Maafkan aku yang terdiam Menatap langit melupa engkau Namun kini aku mengerti Indah cahaya yang tumbuh di hati Maafkan aku yang tlah hanyut Dalam peluk buai rembulan Hingga aku menepikanmu Penjarakan hati yang mencintaimu Namun kini ku mengerti Betapa aku butuhkanmu Dalam lelap… Dalam nyataku...
Suatu saat Mungkin ku kan melepaskanmu Jauh dari hangatnya pelukanku Bukan karena ku lelah mencintaimu Bukan karena ku lelah mendekapmu Tapi saat ku sadar, Kau lebih bahagia Saat tak lagi di sampingku Saat ku meninggalkanmu Saat ku meninggalkanmu Entah menjauh Atau bersembunyi Di balik belukar rimbunnya hati Jangan pernah kau sesali Segala apa yang telah terjadi Meski ku tahu hatimu perih Tetaplah tersenyum Meski ku tahu hatimu perih Dan ingin rasanya kau menangis Karena kan kau temukan lagi Cinta di aku-aku yang lain Yang terserak diantara kepingan- kepingan hati yang lain
Aku adalah merpati yang terbang Mengintari taman penuh bunga Bersama angin aku menatap Bersama awan aku merayap Bersama langit Bersama seberkas pelangi pagi Aku mencari hati yang teduh Tempat bersandar hati yang rapuh Yang mampu memberiku tenang Hingga aku tak lagi terbang Aku tahu ia tak menatapku Aku tahu ia tak menolehku Namun aku kan tetap disini Menulis puisi Menanti hati Bersama seberkas pelangi pagi
Masa lalu adalah hayalku Masa lalu adalah rinduku Hayalan tentang inginku Hayalan tentang kasihku Dan hayalan tentang keindahanku Aku menari diantara mimpi dan pasti Membawaku terbang dan tak kembali Jiwaku rapuh Hatiku luruh Melepuh bersama rasa dan hati Mungkinkah masa lalu kembali memelukku? Memeluk erat tak melepasku? Ataukah masa lalu hanya menggodaku? Tuk lukai lagi hati kekasihku? Haruskah Haruskah ku musnahkan segala rasa ini Sedangkan ku tahu Kau takkan sendiri lagi Ada cinta yang tengah memlukmu Ada hati yang setia menjagamu Haruskah ku kubur segala cinta ini Sedangkan ia mulai mekar Dan aku sadar tak kuasa Tuk melihatnya layu meski sejenak Ataukah tetap ku coba bangun Satu rumah kecil di hatimu Sedangkan ku harus hancurkan Satu istana indah Yang tlah kau bangun bersamanya Dalam sepi Tersiksaku dalam sepi ini Hanya bersandar pada langit yang sunyi Tanpamu Tanpa suara dari hatimu Desir angina menusuk sendi-sendi tulangku Membawa dingin Menerbangkanku ke dunia tanpamu Satu tempat di hatimu Cinta… Sisihkan satu tempat di hatimu Tuk tempat labuhkan harapku Meski seluas tetes embun Kan ku singgahi semampuku Kan ku jaga sepenuh hati Meski ku berbasuh peluh Takkan pernah ku berkeluh Karena ku akui Itu tersa cukup bagiku Malam merindumu Ku tatap jutaan bintang Di hamparan langit yang menghitam Terang… Dan dadaku bergetar Seulas senyummu menyapaku Sungguh menyejukanku Bungaku… Ku merindukanmu... I love you Indahnya kata-katamu yang terucap Luluhkan hatiku yaqng tertegun Oleh masa lalu yang terkoyak Virus luka cinta yang menyayat Entah apa yang ku rasa Yakinku tentangmu begitu indah Oleh bintang ia bisikkan Untukmu hatiku kuserahkan Tak nyatamu di hatiku Ku coba mencari cintanya di hatiku Diantara serpihan-serpihan rasaku Diantara kepingan-kepingan jiwaku Tapi tak jua ku temukan jawabnya Mungkinkah aku memang tak mencintainya? Atau aku yang enggan tuk mencintainya? Kembali ku coba menipu hatiku Bahwa aku mencintaimu Bahwa aku mengharapmu Tapi tak jua aku mampu Sungguh… Kau tak ada di hatiku Kau tak nyata di dadaku Kan ada cinta yang lain Jika cinta tlah sematkan luka Di jauh lubuk hatimu Tenanglah… Takkan selamanya kau terus sendiri Merenung dalam perih Karena kan ada cinta yang lain Yang sedang menantimu Takkan berhenti langit membiru Tawarkan keindahan di matamu Mengapa kau sampai bisa berfikir Bahwa semua tlah berakhir Menjauh dan menepikanmu Takkan redeup bintang bersinar Hiasi gelap dan sunyinya malam Tetaplah tegakkan wajahmu Basuh segala air matamu Karena ada cinta lain yang menantimu Dengan setia Meski terkadang malu-malu Cintalah milikmu Cinta takkan pernah mau mengerti Merah hitamnya kekasihmu Sehingga kau tetap bisa tersenyum, Ia kan tetap ada bersamamu Biarkan saja langit mengolokmu Biarkan saja lautan mengutukmu Karena saat cinta memelukmu, Damailah yang kan menjagamu Percayalah pada cintamu Sepertinya yang mempercayaimu Dan katakana pada mereka, Cintalah milikmu
Kau adalah separuh nafasku Yang menjelma menjadi bidadari surga Dengan mata indah Dengan sayap seputih kapas kau terbang Menggapai asa di langit sana Kau tersenyum Menggoda hati mereda luka Haruskah aku kehilanganmu? Sedangkan ku masih mampu Mendekapmu Meskikah aku tinggalkanmu? Sedangkan ku terasa rapuh Lemah tanpa kehadiranmu Kan ku cintaimu Akan ku cintai kau sepenuh hati Dari mulai ku buka mataku Untuk pertama kalinya Dan aku akan berhenti mencintaimu Saat ku tutup kedua mataku Untuk yang terakhir kalinya
Log in

Disneyland 1972 Love the old s