Duck hunt
―◦●ηîģнτζöνєгş●◦―
―◦●ηîģнτζöνєгş●◦―
Thanks brad/sist atas kunjungan nya,nikmati menu seadanya dlu yach,maklum lg belajar,hehe...
Home
Nimbuzz
Friend
Puisi
18+
Bombus
βζāčķ◦ρяō√ōĉāτōя
puisi cinta
Saat kau mulai asingkanku Tak lagi gapai jemariku Ada Tanya yang menerawang Dan menari-nari di otakku Sudahkah aku menyakitimu? Saat kau mulai pergi menjauh Tanpa pamit dan kata pisah Ada sesak di hati ini Apakah kau tak lagi bahagia bersamaku?
Saat kita mencoba melangkah Coba tuk temukan setitik terang Dalam lorong gelap Yang teramat dalam sedangkan jalan begitu terjal Penuh duri Penuh bebatuan Naiklah kau ke punggungku Kan ku jaga ragamu Meski kakiku kan terluka Perih dan berlumuran darah Karena ku kan lebih terluka Jika kulihat matamu basah Menahan sakit Menangkal perih
Aku bukanlah kumbang Yang hanya mengintari bunga Menghisap madu dan tinggalkannya Aku bukanlah bintang Yang menerangimu Hanya saat malammu Saat kau hanyut dalam mimpimu Tapi akulah aku Aku yang kan menjagamu Di siang dan malammu Di sadar dan lelapmu Akulah aku Yang kan terus disisimu Dan takkan pernah tinggalkanmu Meski tlah hilang sgala rasa manismu
Mengapa kau mesti cemburu Sedangkan hanya kau Yang ada di hatiku Mungkin banyak kupu-kupu Yang mencoba menggodaku Menggoyahkanku Biar ku ingkari satu janji Tapi tahukah kamu Semua tak berarti buatku Aku tau, Cintalah yang buatmu begitu Biarkan saja, karena semakin kau cemburu Semakin ku berada di dekatmu
Cinta seperti taman bunga Yang kan tawarkan wewangi Membuai hati yang rapuh Memeluk jiwa yang luluh Cinta kan tawarkan padamu Tentang lembutnya pengertian Kegelisahan merindu, Irama-irama kata merayu Kesejukan tentang kesetiaan Dan tenangkanmu dengan peluk kasih sayang Sambutlah ia dengan lapang saat ia menghampirimu Karena kau kan mengerti Betapa kau butuhkannya Di tiap detak jantungmu Di tiap hela nafasmu Cinta abadi Cinta adalah keabadiaan Takkan pernah bisa hilang Meski kau coba kuburkannya Takkan pernah bisa lenyap Meski kau coba asingkannya Karena cinta kan tetap ada Selagi kau masih tetap bisa bernafas Yang tak ku mengerti Terkadang aku tak mengerti tentang cinta Semakin ku kejar Semakin jauh ia menghilang Dan di saat ku masih tetap berdiri dan menanti Ia kan perlahan hampiriku Mungkinkah cinta malu Atau aku yang tak mampu merengkuh?
Dengan mataku Ia begitu jauh Dan mataku tak mampu meraihnya Aku tak mampu mendengar suara indahnya Ia begitu jauh Dan telingaku begitu tuli tuk menangkapnya Tapi hati ini, Dengan segala kesederhanaannya Mampu hadirkannya di benakku Setiap saat Setiap waktu Fotomu ini Fotomu ini Kan ku jadikan selimut hatiku Saat ku merindukanmu Sebagai pelipur segala rinduku Kan ku simpan Kan ku jaga Hingga kau benar-benar hadir Dan selimutiku...Ku coba rangkai kata demi kata Biar mampu ku lukiskan Segala rasa yang tumbuh di dada Tapi mungkin aku terlampau bodoh Karena tak jua ku temukannya Kata-kata itu kembali berserak Di lantai sisi hatiku’ Dan ku akui Begitu sulit meski hanya tuk ungkapkan Bahwa aku menyayangimu...
Aku begitu sendiri Meski ribuan nyawa mengelilingiku Tatapku kosong Fikiranku melayang jauh tinggalkanku Tak mampu ku tuk tersenyum Apalagi tertawa hingga ku gila Sungguh, Hanya satu yang ku mengerti Aku mulai menangis Menangisku merindumu... Tetes tak berarti Mungkin cintaku hanya setetes air Tiadalah berarti Tak seperti lautan yang beribu kali lipatnya Tapi simpanlah di hati
PUISI 2
PUISI 3
Just For U
Log in